Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Ketika Rencana Terbaikmu Gagal, Mungkin Tuhan Sedang Menyelamatkanmu

  Pernah nggak sih kamu ada di titik di mana kamu merasa sudah merencanakan sesuatu dengan sangat matang? Kamu sudah berusaha, berdoa, menjaga harapan, bahkan membayangkan betapa bahagianya hidupmu nanti kalau rencana itu berhasil. Tapi ternyata… gagal. Dan yang paling menyakitkan bukan cuma kegagalannya, melainkan pertanyaan yang muncul setelahnya: "Kenapa Tuhan nggak kasih jalan?" "Padahal ini yang menurutku terbaik." "Apa Tuhan memang nggak mau aku ada di rencana itu?" Jujur, perasaan seperti itu manusiawi banget. Kadang kita merasa sudah menemukan arah hidup. Sudah yakin bahwa inilah pekerjaan yang tepat, hubungan yang tepat, kesempatan yang tepat, atau mimpi yang paling kita inginkan. Sampai akhirnya kenyataan berkata lain. Pintu yang kita kira akan terbuka malah tertutup rapat. Awalnya mungkin kita kecewa. Marah. Bingung. Bahkan diam-diam mempertanyakan Tuhan. Karena menurut kita, kalau sesuatu itu baik, kenapa harus gagal? Tapi ...

Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik di Tengah Keadaan Hidup yang Tidak Selalu Mudah

Ngomong-ngomong tentang depresi dan anxiety, mungkin saya tidak berada di posisi untuk mengatakan bahwa saya mengalami keduanya. Saya juga tidak ingin mendiagnosis kesehatan mental saya sendiri tanpa adanya bukti yang jelas atau pemeriksaan dari tenaga profesional. Menurut saya, memberikan label pada diri sendiri tanpa pemahaman yang cukup justru bisa membuat kita salah menilai kondisi yang sebenarnya. Namun, jika melihat keadaan hidup saya saat ini, saya menyadari bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada hari-hari ketika pikiran terasa penuh, ada saat-saat ketika rasa lelah tidak hanya datang dari aktivitas fisik, tetapi juga dari tekanan yang muncul karena berbagai masalah dan ketidakpastian hidup. Dalam kondisi seperti itu, saya berusaha untuk tetap menjaga kesehatan saya, baik secara mental maupun fisik. Saya percaya bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit. Kesehatan adalah bagaimana kita tetap mampu menjalani hari, berpikir dengan jernih, mengel...

Antara Masa Depan dan Masa Lalu

Saya waktu itu sempat melihat dan menonton sebuah klip video dari Dr. Gia. Kalau tidak salah Beliau menyampaikan seperti ini: “Orang yang anxiety selalu khawatir memikirkan masa depannya, sedangkan orang yang depresi masih belum bisa melepaskan masa lalunya." Kalimat itu terdengar sederhana. Saat mendengarnya, banyak orang langsung merasa terwakili. Ada yang merasa hidupnya dipenuhi kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi besok. Ada juga yang merasa dirinya masih terjebak dalam kenangan, penyesalan, kehilangan, atau luka yang terjadi bertahun-tahun lalu. Meski kenyataannya anxiety dan depresi jauh lebih kompleks daripada satu kalimat tersebut, ada sesuatu yang menyentuh dari pesan di baliknya. Manusia memang sering hidup di dua tempat yang sebenarnya tidak bisa kita tinggali. Masa lalu. Dan masa depan. Padahal satu-satunya tempat kita benar-benar berada adalah hari ini. Ketika Masa Depan Terasa Menakutkan Orang yang sering cemas biasanya bukan karena mereka lemah. Justru sering...

Tidak Semua Pengangguran Itu Malas

Kemarin sempat ramai sebuah tweet dari seseorang yang kurang lebih isinya mengatakan bahwa banyak pengangguran itu malas, tidak mau berusaha, dan hanya mengeluh tanpa melakukan apa-apa. Mungkin bagi sebagian orang itu hanya sebuah opini di media sosial yang lewat begitu saja. Namun jujur, sebagai seorang pengangguran, tulisan itu cukup mengena di hati saya. Bukan karena saya merasa tersindir, tetapi karena saya merasa tidak dipahami. Setiap hari saya bangun dengan beban yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Dari luar, mungkin yang tampak hanyalah seseorang yang belum bekerja. Sesederhana itu. Namun yang tidak terlihat adalah perjuangan yang terjadi setiap hari di balik layar. Setiap pagi saya harus menguatkan mental terlebih dahulu sebelum membuka laptop atau ponsel. Saya harus mempersiapkan diri untuk kembali melakukan rutinitas yang sama. Memperbarui CV. Mencari lowongan baru. Membaca persyaratan yang kadang membuat minder. Mengirim lamaran ke berbagai perusahaan. Mengikuti ps...

Ketika Teman-Teman Lama Datang Lagi Lewat Mimpi

Hai, selamat siang. Hari ini saya ingin bercerita tentang sesuatu yang sebenarnya sederhana, tetapi meninggalkan banyak perasaan setelah bangun tidur. Mungkin sebagian orang pernah mengalaminya, dan mungkin juga ada yang sedang merasakannya sekarang. Tadi pagi, saat membuka mata setelah tidur, perasaan saya itu benar-benar campur aduk. Ada rasa bahagia, sedih, terharu, bahkan sedikit gelisah. Rasanya seperti baru saja pulang dari perjalanan yang sangat jauh, padahal saya hanya tidur semalaman. Penyebabnya ternyata adalah mimpi. Akhir-akhir ini saya sering sekali memimpikan teman-teman lama. Bukan hanya teman dari satu masa, tetapi teman-teman yang pernah hadir di berbagai fase hidup saya. Ada teman-teman saat masih duduk di bangku MI, ada yang dari masa MTS, dan ada juga yang dari masa SMK. Yang membuat semuanya terasa unik adalah jalan ceritanya sangat acak. Dalam mimpi itu saya berada di sekolah MI, tetapi teman-teman yang ada di sana bukan hanya teman MI. Mereka bercampur dengan tem...

Quarter-Life Crisis di Usia 25: Ketika Kehilangan Arah, Motivasi, dan Tujuan Hidup

Kalau ada yang bertanya bagaimana rasanya berada di usia 20-an menuju 25 tahun, mungkin saya akan menjawab: membingungkan. Dulu saya membayangkan usia 25 adalah usia di mana semuanya sudah jelas. Punya pekerjaan yang stabil, tabungan yang cukup, tujuan hidup yang pasti, dan tahu harus melangkah ke mana. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Semakin mendekati usia 25, justru semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepala. Tentang masa depan, karier, keuangan, hubungan, dan tentang diri sendiri. Kadang saya merasa seperti sedang berlari, tapi tidak tahu ke mana tujuan akhirnya. Welcome to quarter-life crisis. Fase ini sering digambarkan sebagai masa ketika seseorang mulai mempertanyakan hampir semua hal dalam hidupnya. Dan jujur saja, saya sedang berada di fase itu sekarang. Ada hari-hari ketika saya bangun dengan semangat. Tapi ada juga malam-malam ketika saya merasa begitu lelah dengan semuanya. Bukan hanya lelah secara fisik, tetapi lelah karena terus memikirkan masa depan yang belum ...

Kembali ke JKT48 di Saat Hidup Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Jujur saja, kalau ada yang bilang dua tahun lalu kalau saya akan kembali mengikuti JKT48, mungkin saya akan tertawa dan bilang, "Ah, kayaknya nggak mungkin." Kurang lebih selama dua tahun terakhir saya benar-benar jauh dari dunia JKT48. Tidak lagi mengikuti update member, tidak menonton konten, bahkan kadang tidak tahu lagu atau generasi baru yang muncul. Kesibukan hidup dan berbagai masalah pribadi membuat saya perlahan meninggalkan hal yang dulu sempat menjadi bagian dari keseharian. Tapi hidup memang lucu. Di saat saya sedang berada di fase yang cukup berat, ketika quarter-life crisis datang tanpa permisi, ketika saya kehilangan arah, kehilangan semangat, dan kehilangan banyak hal yang dulu membuat saya bersemangat, entah bagaimana saya justru kembali menemukan JKT48. Awalnya hanya iseng. Muncul satu video di beranda, lalu menonton satu lagi, kemudian satu lagi. Sampai akhirnya saya sadar kalau saya mulai mencari update mereka secara sengaja. Mulai mengenali member-member ...

Quarter-Life Crisis

Hai, dipikir-pikir sekarang jarang banget ya saya update blog baru.  Dulu rasanya hampir setiap hari selalu ada tulisan yang bisa dipublikasikan. Entah itu cerita sehari-hari, opini sederhana, atau sekadar berbagi hal random yang sedang ada di pikiran. Menulis terasa begitu mudah dan mengalir. Tapi akhir-akhir ini, jujur saja, sebulan dua kali update blog pun sudah terasa melelahkan. Bukan karena tidak punya waktu sepenuhnya, melainkan karena rasanya ada sesuatu yang hilang. The spark is gone. Belakangan saya sadar kalau mungkin saya sedang mengalami quarter-life crisis. Fase di mana kita mulai mempertanyakan banyak hal dalam hidup. Tentang tujuan, pekerjaan, masa depan, pencapaian, bahkan tentang diri sendiri. Kadang bangun pagi dengan perasaan bingung harus melangkah ke mana, padahal usia terus berjalan. Saya merasa kehilangan arah, kehilangan semangat, dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu sangat saya sukai. Menulis blog adalah salah satunya. Dulu membuka laptop dan me...