Pernah nggak sih kamu ada di titik di mana kamu merasa sudah merencanakan sesuatu dengan sangat matang? Kamu sudah berusaha, berdoa, menjaga harapan, bahkan membayangkan betapa bahagianya hidupmu nanti kalau rencana itu berhasil. Tapi ternyata… gagal. Dan yang paling menyakitkan bukan cuma kegagalannya, melainkan pertanyaan yang muncul setelahnya: "Kenapa Tuhan nggak kasih jalan?" "Padahal ini yang menurutku terbaik." "Apa Tuhan memang nggak mau aku ada di rencana itu?" Jujur, perasaan seperti itu manusiawi banget. Kadang kita merasa sudah menemukan arah hidup. Sudah yakin bahwa inilah pekerjaan yang tepat, hubungan yang tepat, kesempatan yang tepat, atau mimpi yang paling kita inginkan. Sampai akhirnya kenyataan berkata lain. Pintu yang kita kira akan terbuka malah tertutup rapat. Awalnya mungkin kita kecewa. Marah. Bingung. Bahkan diam-diam mempertanyakan Tuhan. Karena menurut kita, kalau sesuatu itu baik, kenapa harus gagal? Tapi ...
Ngomong-ngomong tentang depresi dan anxiety, mungkin saya tidak berada di posisi untuk mengatakan bahwa saya mengalami keduanya. Saya juga tidak ingin mendiagnosis kesehatan mental saya sendiri tanpa adanya bukti yang jelas atau pemeriksaan dari tenaga profesional. Menurut saya, memberikan label pada diri sendiri tanpa pemahaman yang cukup justru bisa membuat kita salah menilai kondisi yang sebenarnya. Namun, jika melihat keadaan hidup saya saat ini, saya menyadari bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada hari-hari ketika pikiran terasa penuh, ada saat-saat ketika rasa lelah tidak hanya datang dari aktivitas fisik, tetapi juga dari tekanan yang muncul karena berbagai masalah dan ketidakpastian hidup. Dalam kondisi seperti itu, saya berusaha untuk tetap menjaga kesehatan saya, baik secara mental maupun fisik. Saya percaya bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit. Kesehatan adalah bagaimana kita tetap mampu menjalani hari, berpikir dengan jernih, mengel...