Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Life After Lebaran: Ketika Euforia Usai, Hidup Kembali Berjalan

Lebaran selalu datang dengan rasa yang hangat—rumah yang ramai, meja makan penuh, dan hati yang terasa lebih ringan setelah saling memaafkan. Ada tawa, ada cerita, dan ada momen-momen kecil yang diam-diam ingin kita simpan lebih lama. Tapi seperti semua hal baik, Lebaran pun berlalu. Dan di situlah “life after Lebaran” dimulai. Hari-hari setelahnya terasa sedikit berbeda. Rumah kembali sepi, notifikasi ucapan mulai berkurang, dan rutinitas perlahan mengetuk lagi pintu kehidupan. Bangun pagi bukan lagi untuk silaturahmi, tapi untuk kembali ke tanggung jawab. Rasanya seperti ditarik pelan dari suasana hangat ke realita yang lebih tenang—bahkan kadang terasa kosong.  Mungkin yang paling terasa adalah kehilangan momen kebersamaan. Saat semua orang kembali ke aktivitas masing-masing, ada rindu kecil yang tertinggal. Rindu suara ramai di ruang tamu, rindu obrolan ringan tanpa tujuan, atau sekadar rindu makan bersama tanpa terburu-buru. Namun, di balik itu semua, life after Lebaran sebena...

Postingan Terbaru

Carpe Diem: Makna Mendalam yang Mengubah Cara Saya Melihat Hidup (Refleksi dari Dead Poets Society)

Hearts2Hearts: Girl Group Muda yang Bikin Saya Semangat Berjuang Lebih Keras

Refleksi Akhir Ramadan: Belajar Bersyukur di Tengah Tekanan Hidup dan Perjalanan Mencari Arah

Review & Makna Film Dead Poets Society (1989): Kisah Neil dan Pesan Hidup yang Menguras Perasaan

Sebagai Treasure Maker, Saya Jujur Sedikit Kecewa

American Wedding Cover by Me