Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Personal Stories ni

Menepi Sebentar dari Hiruk Pikuk Kehidupan

Hai semua, selamat malam.. lama sekali rasanya terakhir menyapa di blog? Padahal sibuk juga nggak.. sebenarnya akhir-akhir ini saya lagi cukup capek, bukan cuma capek secara pribadi, tapi juga capek melihat banyaknya berita yang kurang mengenakkan dari negara ini. Mulai dari nilai rupiah yang terus berfluktuasi, harga kebutuhan pokok yang terasa makin naik, sampai berbagai isu sosial yang berseliweran di media sosial yang kadang bikin kepala ikut penuh. Jujur saja, di tengah semua itu, rasanya sulit untuk tetap “tenang” dan fokus menjalani hari seperti biasa. Kadang saya cuma ingin berhenti sebentar dari semua informasi yang datang tanpa henti, tapi di sisi lain kita juga tidak bisa benar-benar lepas dari itu semua. Hidup di era digital membuat kita seperti selalu terhubung dengan kabar apa pun, baik yang menyenangkan maupun yang melelahkan. Tapi mungkin di situlah kita belajar sesuatu—bahwa tidak semua hal harus kita tanggapi dengan berlebihan. Ada saatnya kita cukup tahu, lalu kembal...

Kenapa Sih Panggilan “Ibu” atau “Mbak” Bisa Bikin Sensitif?

Tulisan santai yang mempertanyakan kenapa panggilan “ibu” atau “mbak” sering memicu emosi perempuan. Tentang usia, gengsi, dan insecurity yang jarang diakui. Kadang rasanya aneh. Hanya satu kata, tapi efeknya bisa panjang. Mood rusak, pikiran ke mana-mana, bahkan bisa jadi bahan omongan seharian. “Ibu” bikin merasa tua, “mbak” bikin merasa direndahkan. Padahal, kalau dipikir ulang, dua-duanya cuma panggilan. Netral. Biasa. Dipakai jutaan orang setiap hari tanpa niat apa pun. Terus kenapa bisa sesensitif itu? Saya sering bertanya-tanya, apakah yang menyakitkan itu benar-benar kata yang diucapkan orang lain, atau justru sesuatu di dalam diri kita yang belum beres. Karena faktanya, orang yang memanggil “ibu” atau “mbak” hampir tidak pernah tahu usia kita, latar belakang kita, atau perasaan kita soal diri sendiri. Mereka cuma memilih kata yang menurut kebiasaan sosial paling aman. Tapi di kepala kita, kata itu berubah makna. “Ibu” terdengar seperti pengingat bahwa waktu berjalan dan kita t...