Hai, selamat siang.
Hari ini saya ingin bercerita tentang sesuatu yang sebenarnya sederhana, tetapi meninggalkan banyak perasaan setelah bangun tidur. Mungkin sebagian orang pernah mengalaminya, dan mungkin juga ada yang sedang merasakannya sekarang.
Tadi pagi, saat membuka mata setelah tidur, perasaan saya itu benar-benar campur aduk. Ada rasa bahagia, sedih, terharu, bahkan sedikit gelisah. Rasanya seperti baru saja pulang dari perjalanan yang sangat jauh, padahal saya hanya tidur semalaman.
Penyebabnya ternyata adalah mimpi.
Akhir-akhir ini saya sering sekali memimpikan teman-teman lama. Bukan hanya teman dari satu masa, tetapi teman-teman yang pernah hadir di berbagai fase hidup saya. Ada teman-teman saat masih duduk di bangku MI, ada yang dari masa MTS, dan ada juga yang dari masa SMK.
Yang membuat semuanya terasa unik adalah jalan ceritanya sangat acak. Dalam mimpi itu saya berada di sekolah MI, tetapi teman-teman yang ada di sana bukan hanya teman MI. Mereka bercampur dengan teman-teman MTS dan SMK. Seolah-olah waktu kehilangan batasnya dan semua kenangan dari berbagai tahun berkumpul dalam satu tempat yang sama.
Saat berada di dalam mimpi, semuanya terasa normal. Saya berbicara dengan mereka, bercanda, berjalan bersama, dan melakukan hal-hal yang dulu mungkin pernah kami lakukan. Tidak ada yang terasa aneh meskipun sebenarnya situasinya tidak masuk akal.
Namun ketika bangun, perasaan itu datang sekaligus.
Saya merasa bahagia karena bisa "bertemu" mereka lagi, walaupun hanya lewat mimpi. Ada beberapa wajah yang mungkin sudah bertahun-tahun tidak saya lihat secara langsung. Ada nama-nama yang jarang sekali muncul dalam percakapan sehari-hari. Tetapi dalam mimpi, mereka hadir dengan begitu jelas, seolah tidak pernah benar-benar pergi dari ingatan saya. Tapi lebih seringnya memang teman-teman dekat yang sering muncul dalam mimpi saya, kalo boleh nyebut nama ya, itu ada Mistem (Misti), Tribel (Bela), Avi, Jijah (Azizah), Nifah, Fira, Ages.
Di sisi lain, ada rasa sedih yang sulit dijelaskan.
Mungkin karena saya sadar bahwa waktu terus berjalan. Anak-anak yang dulu bermain bersama saat istirahat sekolah kini sudah tumbuh dewasa dengan kehidupan masing-masing. Ada yang sudah bekerja, ada yang merantau, ada yang menikah, dan mungkin ada juga yang sudah lama tidak saling berkabar, ada juga yang menganggur seperti saya.
Dulu, bertemu mereka adalah hal yang sangat mudah. Cukup datang ke sekolah setiap pagi, dan semuanya sudah ada di sana. Kami belajar bersama, bercanda bersama, mengeluh tentang tugas yang sama, dan menunggu jam pulang bersama.
Sekarang semuanya berbeda.
Untuk sekadar mengetahui kabar seseorang saja terkadang harus membuka media sosial, mencari namanya, atau bahkan bertanya kepada teman lain. Waktu yang dulu terasa berjalan lambat ternyata telah membawa kami ke arah yang berbeda-beda.
Mungkin itulah yang membuat mimpi-mimpi seperti ini terasa begitu menyentuh.
Mimpi tersebut bukan hanya tentang teman-teman lama. Bisa jadi itu adalah cara pikiran saya mengunjungi kembali masa-masa yang pernah membuat saya merasa nyaman. Masa ketika banyak hal terasa lebih sederhana. Masa ketika tanggung jawab belum sebanyak sekarang. Masa ketika kebahagiaan bisa datang hanya karena duduk bersama teman-teman di kelas atau bermain saat jam istirahat.
Ada juga rasa terharu.
Karena ternyata, setelah sekian lama, kenangan tentang mereka masih tersimpan dengan baik di dalam ingatan. Saya mungkin sudah lupa banyak detail pelajaran yang dulu diajarkan guru. Saya mungkin sudah lupa beberapa tugas atau nilai ujian yang pernah didapatkan. Tetapi saya masih mengingat tawa mereka, kebiasaan mereka, dan momen-momen kecil yang dulu terasa biasa saja.
Kadang kita tidak menyadari bahwa sebuah masa akan menjadi kenangan berharga sampai masa itu benar-benar berlalu.
Saat masih sekolah, mungkin kita sering ingin cepat lulus. Kita ingin segera menjadi dewasa, ingin bekerja, ingin memiliki kebebasan lebih banyak. Namun setelah semuanya terjadi, sesekali kita justru merindukan masa-masa yang dulu ingin kita tinggalkan.
Dan mungkin itulah alasan kenapa teman-teman lama sering muncul dalam mimpi.
Bukan karena kita belum bisa move on dari masa lalu, tetapi karena masa lalu itu pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kita. Mereka adalah orang-orang yang pernah hadir di saat kita sedang belajar mengenal dunia, mengenal persahabatan, mengenal kegagalan, dan mengenal diri sendiri.
Lalu ada satu perasaan lagi yang muncul setelah bangun tidur: gelisah.
Bukan gelisah yang buruk, tetapi lebih seperti perasaan bertanya-tanya.
Bagaimana kabar mereka sekarang?
Apakah mereka baik-baik saja?
Apakah mereka masih mengingat masa-masa itu?
Apakah mereka juga pernah memimpikan teman-teman lama seperti yang saya alami?
Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin tidak selalu memiliki jawaban. Namun kehadirannya membuat saya sadar bahwa hubungan yang pernah terjalin dengan tulus ternyata meninggalkan jejak yang sangat panjang.
Hari ini, setelah memikirkan semua itu, saya jadi merasa bersyukur.
Bersyukur karena pernah dipertemukan dengan banyak orang baik dalam berbagai fase kehidupan. Bersyukur karena memiliki kenangan yang masih bisa membuat saya tersenyum bahkan bertahun-tahun kemudian. Dan bersyukur karena meskipun waktu terus berjalan, beberapa hal tetap tinggal di hati dalam bentuk cerita dan kenangan.
Mungkin mimpi semalam hanyalah bunga tidur.
Atau mungkin itu adalah pengingat kecil bahwa ada banyak perjalanan indah yang pernah saya lewati. Perjalanan yang membentuk diri saya menjadi seperti sekarang.
Apa pun alasannya, satu hal yang pasti: pagi ini saya bangun dengan perasaan yang berbeda.
Bahagia karena sempat bertemu mereka lagi.
Sedih karena menyadari waktu telah berlalu begitu cepat.
Terharu karena kenangan itu masih hidup.
Dan sedikit gelisah karena rindu yang tiba-tiba datang tanpa permisi.
Untuk teman-teman lama, di mana pun kalian berada sekarang, semoga kalian selalu sehat, bahagia, dan dimudahkan dalam setiap langkah kehidupan. Terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari cerita yang sampai hari ini masih tersimpan rapi di dalam ingatan.
Dan mungkin, suatu malam nanti, kita akan bertemu lagi.
Bukan di ruang kelas yang nyata, melainkan di sebuah mimpi yang sekali lagi mempertemukan semua kenangan dalam satu tempat yang sama. ❤️

Komentar
Posting Komentar