Pernah nggak sih kamu ada di titik di mana kamu merasa sudah merencanakan
sesuatu dengan sangat matang?
Kamu sudah berusaha, berdoa, menjaga harapan, bahkan membayangkan betapa
bahagianya hidupmu nanti kalau rencana itu berhasil.
Tapi ternyata… gagal.
Dan yang paling menyakitkan bukan cuma kegagalannya, melainkan pertanyaan
yang muncul setelahnya:
"Kenapa Tuhan nggak kasih jalan?"
"Padahal ini yang menurutku terbaik."
"Apa Tuhan memang nggak mau aku ada di rencana itu?"
Jujur, perasaan seperti itu manusiawi banget.
Kadang kita merasa sudah menemukan arah hidup. Sudah yakin bahwa inilah
pekerjaan yang tepat, hubungan yang tepat, kesempatan yang tepat, atau mimpi
yang paling kita inginkan. Sampai akhirnya kenyataan berkata lain.
Pintu yang kita kira akan terbuka malah tertutup rapat.
Awalnya mungkin kita kecewa. Marah. Bingung. Bahkan diam-diam mempertanyakan
Tuhan.
Karena menurut kita, kalau sesuatu itu baik, kenapa harus gagal?
Tapi seiring waktu berjalan, aku mulai sadar satu hal:
Tidak semua yang kita anggap baik, benar-benar baik untuk hidup kita.
Kadang kita hanya melihat sepotong kecil cerita. Kita fokus pada apa yang
kita inginkan hari ini, sementara Tuhan melihat keseluruhan perjalanan hidup
kita.
Ada banyak hal yang dulu aku tangisi karena gagal. Aku merasa hidupku hancur
saat itu. Merasa Tuhan menjauh. Tapi beberapa tahun kemudian, aku justru
bersyukur karena ternyata kegagalan itu menyelamatkanku dari hal-hal yang tidak
pernah aku lihat sebelumnya.
Mungkin kalau rencana itu berhasil, aku akan berada di lingkungan yang
salah.
Mungkin aku akan kehilangan diriku sendiri.
Mungkin aku akan lebih terluka.
Atau mungkin… aku hanya belum siap.
Kadang Tuhan bukan menolak kita.
Tuhan hanya mengarahkan kita.
Masalahnya, manusia sering menganggap penolakan sebagai akhir, padahal bisa
jadi itu adalah bentuk perlindungan.
Memang sulit memahami itu saat semuanya masih terasa sakit. Karena ketika
hati sedang kecewa, kita hanya bisa melihat kehilangan. Kita belum mampu
melihat alasan di balik semuanya.
Namun hidup punya cara untuk menjelaskan banyak hal, meski tidak selalu
cepat.
Dan lucunya, sering kali kita baru mengerti kenapa suatu rencana gagal
setelah kita berhasil melewati fase itu.
Kita baru sadar bahwa:
“Oh… ternyata kalau dulu itu terjadi, hidupku mungkin tidak akan seperti
sekarang.”
Jadi kalau hari ini kamu sedang berada di fase gagal, kehilangan arah, atau
merasa Tuhan menjauh karena rencanamu tidak berjalan sesuai harapan, mungkin
bukan karena Tuhan tidak peduli.
Mungkin Tuhan sedang berkata:
"Bukan yang ini."
"Belum waktunya."
Atau bahkan,
"Aku punya sesuatu yang lebih baik, meski sekarang kamu belum
mengerti."
Tidak semua kegagalan adalah hukuman.
Kadang itu adalah penyelamatan.
Dan tidak semua pintu yang tertutup berarti kamu tidak pantas masuk. Bisa
jadi Tuhan tahu ada hal yang tidak sanggup kamu lihat dari balik pintu itu.
Tetap percaya, meski belum paham.
Tetap berjalan, meski pelan.
Karena hidup tidak selalu tentang mendapatkan apa yang kita mau, tapi juga
tentang belajar menerima bahwa Tuhan tahu apa yang paling kita butuhkan.
Suatu hari nanti, mungkin kamu akan melihat ke belakang dan berkata:
"Untung waktu itu gagal."
Komentar
Posting Komentar