Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Eileen Gu’s Analytical Lens: How Controlling Your Thoughts Shapes Self-Identity and Self-Love

Learning to Love Yourself from Eileen Gu and the “Analytical Lens” That Transforms the Way We Think Lately, my social media timeline has been filled with one name: Eileen Gu. Sometimes she appears in a ski jacket, gliding over snow with almost unbelievable precision. At other times, she is modeling on international runways. And in different moments, she sits calmly in interviews, answering journalists’ questions quickly, clearly, directly, and coherently. What fascinates me is not only her achievements as a world-class athlete at just 22 years old, but the way she thinks. The way she structures her sentences. The way she responds to complex questions—about geopolitics, identity, public pressure, or even aerodynamics in her sport—without hesitation or defensiveness. It feels as if there is a well-organized system inside her mind. At one point, a journalist asked a question that perfectly captured what I had been wondering: “Do you think before you speak? Because you answer questions so ...

Eileen Gu dan Analytical Lens: Cara Mengontrol Pikiran untuk Mengenal Diri dan Mencintai Diri Sendiri

Belajar Mencintai Diri dari Eileen Gu dan “Analytical Lens” yang Mengubah Cara Berpikir Beberapa waktu belakangan ini, timeline media sosial saya dipenuhi oleh satu nama: Eileen Gu . Kadang ia muncul dalam balutan jaket ski, meluncur di atas salju dengan presisi yang nyaris tak masuk akal. Di waktu lain, ia tampil sebagai model di panggung mode internasional. Lalu di kesempatan berbeda, ia duduk tenang dalam wawancara, menjawab pertanyaan wartawan dengan cepat, jelas, lugas, dan runtut. Yang membuat saya tertegun bukan hanya prestasinya sebagai atlet dunia di usia 22 tahun, melainkan cara berpikirnya. Cara ia menyusun kalimat. Cara ia merespons pertanyaan berat—tentang geopolitik, tentang identitas, tentang tekanan publik, tentang aerodinamika dalam olahraga—tanpa terlihat ragu atau defensif. Seolah-olah di dalam kepalanya ada sistem yang tertata rapi. Sampai akhirnya, ada seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan yang rasanya mewakili isi hati saya: “Do you think before you speak? B...

Cara Biar Habis Wudhu nggak Kentut

Kalian pernah nggak sih, ngerasa sebel banget… setiap habis wudhu malah tiba-tiba kentut? Padahal sebelumnya udah ditungguin lama. Ditahan. Diperhatiin. “Kayaknya nggak ada apa-apa deh.” Tapi begitu selesai wudhu dan siap sholat… eh, malah berasa. Rasanya tuh campur aduk antara kesel, capek, dan sedikit drama batin sendiri 😭 Saya pernah banget ada di fase itu. Sampai sempat mikir, “Ini kenapa selalu timing-nya nggak pas banget sih?” Apalagi kalau lagi di masjid atau lagi buru-buru. Rasanya pengen nangis tipis. Akhirnya saya coba cari tahu dan lebih aware sama tubuh sendiri. Ternyata ada beberapa hal kecil yang tanpa sadar bikin perut jadi gampang “bergerak” setelah wudhu. Nah ini beberapa cara yang sekarang saya lakukan supaya nggak kejadian lagi: Pertama , jangan buru-buru wudhu setelah makan. Kalau habis makan, apalagi sahur atau buka, perut lagi aktif-aktifnya mencerna. Gas lebih gampang terbentuk. Sekarang aku usahakan kasih jeda dulu beberapa menit sebelum ambil wudhu. Kedua , co...

7 Kebiasaan Salah yang Harus di Hindari Saat Puasa

Hai semuanya, kayaknya udah lumayan lama ya saya nggak upload di blog. Terakhir upload blog sekitar 1 minggu yang lalu. Nggak terasa sekarang sudah masuk hari ke-6 puasa. Buat yang menjalankan, selamat menunaikan ibadah puasa ya 🌙 semoga selalu diberi kelancaran sampai hari terakhir nanti.  Ngomongin soal puasa, jujur aja, yang paling sering jadi tantangan itu bukan cuma nahan lapar… tapi nahan haus dan rasa nggak nyaman di perut. Padahal habis sahur rasanya masih aman-aman aja. Perut kenyang, badan masih segar. Tapi begitu masuk jam-jam rawan, sekitar siang menuju sore, tiba-tiba perut rasanya melilit, lemas, bahkan kadang sakit banget. Saya sempat mikir, “Ini kenapa sih? Kan tadi sahur udah makan.” Ternyata setelah saya perhatiin lagi, rasa nggak nyaman itu sering banget muncul karena kebiasaan yang salah saat puasa. Dan tanpa sadar, saya juga pernah ngelakuin itu. Makanya sekarang saya berusaha banget buat menghindari beberapa hal ini. Pertama , makan terlalu pedas atau bermin...