Kalau ada yang bertanya bagaimana rasanya
berada di usia 20-an menuju 25 tahun,
mungkin saya akan
menjawab: membingungkan.
Dulu saya membayangkan usia 25 adalah usia di mana semuanya sudah jelas. Punya pekerjaan yang stabil, tabungan yang cukup, tujuan hidup yang pasti, dan tahu harus melangkah ke mana. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.
Semakin mendekati usia 25, justru semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepala. Tentang masa depan, karier, keuangan, hubungan, dan tentang diri sendiri. Kadang saya merasa seperti sedang berlari, tapi tidak tahu ke mana tujuan akhirnya.
Welcome to quarter-life crisis.
Fase ini sering digambarkan sebagai masa ketika seseorang mulai mempertanyakan hampir semua hal dalam hidupnya. Dan jujur saja, saya sedang berada di fase itu sekarang.
Ada hari-hari ketika saya bangun dengan semangat. Tapi ada juga malam-malam ketika saya merasa begitu lelah dengan semuanya. Bukan hanya lelah secara fisik, tetapi lelah karena terus memikirkan masa depan yang belum terlihat jelas.
Saya sering bertanya pada diri sendiri, "Sebenarnya saya mau jadi apa?" atau "Apa yang sedang saya perjuangkan?"
Sayangnya, sampai hari ini saya masih belum menemukan jawaban yang pasti.
Namun perlahan saya belajar bahwa mungkin quarter-life crisis bukan tentang menemukan semua jawaban. Mungkin ini tentang belajar hidup dengan ketidakpastian.
One of the hardest lessons I've learned is that not everyone has their life figured out.
Kita sering melihat orang lain terlihat sukses, bahagia, dan tahu arah hidup mereka. Padahal belum tentu demikian. Setiap orang sedang berjuang dengan masalahnya masing-masing, hanya saja tidak semuanya terlihat.
Karena itu, saya mulai mencoba beberapa hal untuk bertahan di fase ini.
Pertama, berhenti membandingkan hidup dengan orang lain. Perjalanan hidup setiap orang berbeda. Tidak semua orang harus mencapai sesuatu di usia yang sama.
Kedua, fokus pada langkah kecil. Daripada memikirkan lima atau sepuluh tahun ke depan, saya mencoba fokus pada apa yang bisa saya lakukan hari ini.
Ketiga, kembali ke hal-hal yang membuat saya merasa hidup. Menulis blog, mendengarkan musik, menonton sesuatu yang saya sukai, atau sekadar menikmati waktu sendiri tanpa tekanan untuk selalu produktif.
Dan yang paling penting, saya belajar bahwa tidak apa-apa jika saat ini saya belum tahu arah hidup sepenuhnya.
Maybe life isn't about having all the answers.
Maybe life is about continuing the journey while searching for them.
Saya masih berada di tengah perjalanan ini. Masih sering bingung, masih sering overthinking, dan masih sering mempertanyakan banyak hal. Tapi setidaknya sekarang saya tahu bahwa saya tidak sendirian.
Banyak orang seusia saya yang sedang merasakan hal yang sama. Sama-sama berusaha bertahan. Sama-sama mencoba memahami hidup yang ternyata jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan saat kecil.
Jika kamu yang membaca tulisan ini juga sedang mengalami quarter-life crisis, mungkin kita berada di perahu yang sama.
Tidak apa-apa jika hari ini kamu belum tahu tujuanmu.
Tidak apa-apa jika hidupmu belum sesuai rencana.
Tidak apa-apa jika saat ini yang bisa kamu lakukan hanyalah bertahan.
Karena terkadang, bertahan adalah bentuk keberanian yang paling besar.
And who knows?
Mungkin beberapa tahun dari sekarang, kita akan melihat kembali fase ini dan menyadari bahwa masa-masa paling membingungkan inilah yang akhirnya membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat.

Komentar
Posting Komentar