Tulisan santai yang mempertanyakan kenapa panggilan “ibu” atau “mbak” sering memicu emosi perempuan. Tentang usia, gengsi, dan insecurity yang jarang diakui. Kadang rasanya aneh. Hanya satu kata, tapi efeknya bisa panjang. Mood rusak, pikiran ke mana-mana, bahkan bisa jadi bahan omongan seharian. “Ibu” bikin merasa tua, “mbak” bikin merasa direndahkan. Padahal, kalau dipikir ulang, dua-duanya cuma panggilan. Netral. Biasa. Dipakai jutaan orang setiap hari tanpa niat apa pun. Terus kenapa bisa sesensitif itu? Saya sering bertanya-tanya, apakah yang menyakitkan itu benar-benar kata yang diucapkan orang lain, atau justru sesuatu di dalam diri kita yang belum beres. Karena faktanya, orang yang memanggil “ibu” atau “mbak” hampir tidak pernah tahu usia kita, latar belakang kita, atau perasaan kita soal diri sendiri. Mereka cuma memilih kata yang menurut kebiasaan sosial paling aman. Tapi di kepala kita, kata itu berubah makna. “Ibu” terdengar seperti pengingat bahwa waktu berjalan dan kita t...
Blog ini berisi berbagai cerita, pengalaman pribadi, serta tips sehari-hari yang ditulis dengan gaya santai dan jujur. Mulai dari pengalaman hidup, kesehatan, musik, film, hingga hal-hal sederhana yang sering kita alami. Semoga tulisan di blog ini bisa bermanfaat, menghibur, dan memberi inspirasi bagi para pembaca.