Langsung ke konten utama

Kenapa Sih Panggilan “Ibu” atau “Mbak” Bisa Bikin Sensitif?


Tulisan santai yang mempertanyakan kenapa panggilan “ibu” atau “mbak” sering memicu emosi perempuan. Tentang usia, gengsi, dan insecurity yang jarang diakui.



Kadang rasanya aneh. Hanya satu kata, tapi efeknya bisa panjang. Mood rusak, pikiran ke mana-mana, bahkan bisa jadi bahan omongan seharian. “Ibu” bikin merasa tua, “mbak” bikin merasa direndahkan. Padahal, kalau dipikir ulang, dua-duanya cuma panggilan. Netral. Biasa. Dipakai jutaan orang setiap hari tanpa niat apa pun.


Terus kenapa bisa sesensitif itu?


Saya sering bertanya-tanya, apakah yang menyakitkan itu benar-benar kata yang diucapkan orang lain, atau justru sesuatu di dalam diri kita yang belum beres. Karena faktanya, orang yang memanggil “ibu” atau “mbak” hampir tidak pernah tahu usia kita, latar belakang kita, atau perasaan kita soal diri sendiri. Mereka cuma memilih kata yang menurut kebiasaan sosial paling aman.


Tapi di kepala kita, kata itu berubah makna. “Ibu” terdengar seperti pengingat bahwa waktu berjalan dan kita tidak lagi berada di fase yang sama seperti dulu. Ada bayangan tentang penuaan, tentang standar cantik yang perlahan menjauh, tentang ketakutan yang jarang diucapkan tapi sering dirasakan. Padahal, mau dihindari sejauh apa pun, kita semua sedang bergerak ke arah yang sama. Kita semua akan menua.


Lalu ada juga “mbak”, yang entah sejak kapan mulai diasosiasikan dengan kelas sosial tertentu. Seolah-olah satu kata bisa menentukan nilai seseorang. Seolah-olah pekerjaan tertentu membuat seseorang lebih rendah. Dan di titik itu, saya malah jadi bertanya lagi: kenapa sebuah panggilan bisa terasa menghina kalau kita benar-benar merasa aman dengan diri sendiri?


Mungkin karena di dalamnya ada gengsi. Ada perasaan ingin diakui, ingin diperlakukan sesuai versi diri yang kita bangun di kepala. Ketika panggilan orang lain tidak sesuai dengan bayangan itu, yang terluka bukan martabat, tapi ekspektasi.


Dunia sebenarnya tidak tahu dan tidak berkewajiban tahu luka kecil yang kita simpan. Dunia tidak bisa menebak panggilan apa yang paling aman untuk setiap orang. Dan mungkin itu sebabnya, mengharapkan semua orang selalu tepat hanya akan bikin kita lelah sendiri.


Menerima bahwa kita akan menua tidak membuat kita kalah. Menerima bahwa orang lain memanggil kita dengan cara paling umum tidak mengurangi nilai kita sebagai perempuan. Justru di situ ada ruang untuk berdamai, untuk berhenti membiarkan hal-hal kecil mengendalikan emosi kita.


Pada akhirnya, mungkin ini bukan soal “ibu” atau “mbak”. Mungkin ini soal bagaimana kita melihat diri sendiri, dan seberapa siap kita menerima perubahan yang pasti datang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Little Hello; and This is Just the Beginning

Halo! Saya Jana, dan ini tulisan pertama saya di blog ini 🌸 Blog ini saya buat sebagai ruang santai untuk tempat cerita kecil tentang keseharian, hal-hal yang saya pelajari, dan mungkin sedikit curhat ringan. Saya percaya setiap hal kecil punya cerita dan pelajarannya sendiri 💫 Semoga lewat blog ini saya bisa berbagi hal-hal bermanfaat dan juga semangat buat siapa pun yang lagi berjuang dari balik layar _ entah itu di meja kerja, di toko kecil, di rumah, atau di depan layar laptop. Terima kasih udah mampir ke sini! dan jangan sungkan buat baca postingan lain nanti, ya🌼🌸🌸🌸🌸 Sampai jumpa di tulisan berikutnya Jana💓

Rekomendasi Lagu dengan Vibe Menyenangkan yang Bikin Mood Naik

Ada lagu yang tidak perlu dipahami terlalu dalam. Tidak butuh lirik berat atau makna filosofis. Cukup didengar, lalu entah kenapa bahu ikut goyang, kepala mengangguk pelan, dan hati terasa sedikit lebih ringan. Lagu-lagu dengan vibe menyenangkan seperti ini biasanya datang di waktu yang tepat: saat lagi capek, lagi kosong, atau cuma ingin menikmati hari tanpa mikir terlalu jauh. Ini bukan daftar lagu yang harus mengubah hidupmu. Ini daftar lagu yang menemani hidup sehari-hari. Berikut rekomendasi lagu dengan nuansa ceria, hangat, dan bikin mood naik—mulai dari K-pop sampai lagu barat.  Lagu K-Pop dengan Vibe Ceria Treasure – Yellow Lagu ini punya nuansa hangat dan optimis. Tidak terlalu berisik, tapi cukup untuk bikin hati terasa lebih ringan. Cocok didengar saat pagi hari atau perjalanan santai. Treasure – Now Forever Vibenya youthful dan penuh harapan. Lagu ini seperti pengingat kecil bahwa ada momen-momen sederhana yang layak dinikmati. BLACKPINK – As If It’s Your Last Energinya...

Ada Sesuatu yang Indah dari Kesempatan untuk Mencoba Lagi Besok

Ada Sesuatu yang Indah dari Kesempatan untuk Mencoba Lagi Besok Kadang hidup memang berat, melelahkan, atau hari-hari ketika usaha sudah maksimal, tapi hasilnya tetap nggak sesuai harapan. Ada momen ketika kita selesai dengan aktivitas dihari itu, kita cuman bisa bilang “ya udah gitu aja, mau gimana lagi.” Hidup flat, nggak ada gairah, nggak ada semangat buat memulai kembali dan menata hidup. Banyak pasti yang pernah merasakan itu, tapi kalau mengingat bahwa besok harus tetap hidup dan mencoba kembali tanpa rasa takut. Kesempatan pasti akan datang. Dan itu indah banget. Bukan indah kerena kita mau mengulang kesalahan lagi, bukan indah karena kita suka capek, tapi karena besok kita memiliki ruang baru _ ruang yang tidak kita miliki dihari ini.  Besok memiliki energinya sendiri… Hari ini mungkin kita kacau, mood kita berantakan dan penuh sesuatu yang nggak sesuai dengan rencana. Tapi besok? Besok datang dengan lembaran yang kosong.  Kita isi dengan kesempatan baru, pandangan bar...