Hari ini adalah hari pertama saya kerja setelah 2 tahun menganggur, dan pekerjaan itu adalah sebagai trainee di sebuah PT yang bergerak di bidang pembuatan wig. Jujur, dari awal saya sudah merasa campur aduk—senang karena akhirnya dapat kesempatan kerja, tapi juga takut karena ini benar-benar hal baru buat saya.
Saya datang dengan harapan sederhana: bisa belajar pelan-pelan, kenal lingkungan baru, dan mencoba bertahan. I just wanted to do my best, itu saja.
Saya sadar saya belum punya pengalaman di bidang ini. Tapi dalam pikiran saya, semua orang juga pasti pernah jadi pemula, kan? Jadi saya tetap mencoba untuk positif. Maybe I can learn step by step.
Di awal masuk, saya dikenalkan dengan proses kerja. Dilihat sekilas, memang terlihat seperti pekerjaan yang “bisa dipelajari”. Tapi setelah mulai mencoba sendiri… ternyata nggak semudah itu.
Pekerjaan ini butuh ketelitian yang tinggi, fokus yang terus-terusan, dan tangan yang sudah terbiasa. Sementara saya? Masih kaku, masih bingung, masih banyak salah.
Dan yang paling berat… saya langsung ditempatkan di bagian yang cukup sulit untuk ukuran pemula (menurut saya).
Honestly, it was too much for me.
Saya berusaha untuk tetap tenang. Saya bilang ke diri sendiri, “coba dulu, jangan langsung menyerah.” Tapi semakin lama, tubuh saya mulai memberi respon.
Saya mulai pusing. Awalnya saya pikir cuma capek biasa. Tapi lama-lama jadi mual. Dan pada akhirnya… saya sampai muntah. (Beberapa kali ke WC untuk menenangkan dan menguatkan diri, tetapi tetap saja muntah saking nggak kuatnya).
Di situ saya benar-benar ngerasa lemah. Bukan cuma fisik, tapi juga mental. Rasanya kayak… saya sudah berusaha, tapi tetap nggak bisa mengikuti.
Dan jujur, itu bikin saya sedih.
Padahal sebelumnya saya sudah bilang kalau saya belum punya pengalaman di bagian itu. Tapi mungkin ada alasan kenapa saya tetap ditempatkan di sana. Saya juga nggak tahu harus bagaimana, karena saya tipe orang yang nggak enakan.
Oh iya, sebenarnya saat pulang ditanya untuk keluhan gimana kerja dibagian itu, saya sudah mention tentang mual saya, tetapi diyakinkan oleh senior nya bahwa fase itu fase yang normal, karena emang baru pertama kali. Tapi jujur, saya belum bisa untuk merasa itu adalah sesuatu yang umum, (maaf sedikit lebay).
Dipikiran saya, Even if I wanted to complain, I don’t think I could.
Saya lebih memilih diam dan mencoba bertahan… meskipun akhirnya tubuh saya sendiri yang “menyerah”.
Tapi di tengah hari yang berat ini, ada satu hal yang benar-benar saya ingat dan saya hargai.
Saya mau berterima kasih untuk senior yang tadi sudah sabar banget ngajarin saya. Shout out buat 2 kakak cantik yang mau ngajarin saya dari awal,😁
Di saat saya bingung, di saat saya banyak salah, di saat saya mungkin terlihat lambat… tetap dibimbing dengan baik, tanpa marah, tanpa merendahkan.
Hal kecil seperti itu ternyata berarti banget buat saya.
Thank you for being so patient with me. I really appreciate it more than you know.
Dan maaf saya nggak bisa ngomong langsung tadi….
Dan buat teman-teman yang baru saya kenal, it was such a honor bisa berkenalan dengan orang baru dan bisa ngobrol sama kalian. Walaupun belum lama, tapi rasanya hangat banget bisa ada di lingkungan yang ramah dan terbuka.
Mungkin saya memang belum cocok di bagian itu. Dan saya juga harus jujur sama diri sendiri.
Kalau saja saya ditempatkan di bagian lain yang lebih ringan atau lebih cocok untuk pemula, mungkin saya akan mencoba untuk bertahan lebih lama. I would really try to hold on.
Tapi hari ini mengajarkan saya satu hal penting—kadang bukan kita yang lemah, tapi memang tempatnya belum sesuai.
Dan itu nggak apa-apa.
Besok, saya memutuskan untuk mulai lagi dari awal. Melamar kerja lagi, mencoba lagi, berharap lagi.
Bukan karena saya menyerah.
Tapi karena saya percaya… pasti ada tempat yang lebih cocok untuk saya. Tempat di mana saya bisa belajar tanpa harus merasa “jatuh” seperti hari ini. Tempat di mana saya bisa berkembang, pelan tapi pasti.
Hari ini mungkin berat. Bahkan mungkin bikin saya hampir nangis.
Tapi saya juga belajar untuk lebih mengenal diri saya sendiri.
Bahwa saya sudah mencoba. Bahwa saya tidak langsung menyerah. Bahwa saya tetap bertahan sampai tubuh saya benar-benar tidak kuat.
Dan itu… sudah cukup untuk hari ini.
Maybe I’m not there yet, but I’m trying. And that matters.
Semoga ke depannya saya bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik, lingkungan yang lebih suportif, dan versi diri saya yang lebih kuat dari hari ini.
Karena pada akhirnya…
It’s just one bad day, not a bad life.
Komentar
Posting Komentar