Tahun ini, Binge-Watching Series Rasanya Seperti Naik Roller Coaster Emosi
Jujur tahun ini rasanya layar laptop atau TV kita jadi portal ke dunia lain. Dari horor yang bikin jantung mau copot sampai petualangan supranatural yang bikin mata nggak berkedip, menonton series jadi hobi paling legit apalagi kayak saya yang pengangguran ini. Kalau lagi stress, udah burn out jalan satu-satunya biar tetap waras adalah nonton series/film yang bikin mood jadi bahagia. Dulu waktu kecil sukanya nonton kartun: Doraemon, Powerpuff Girls, dan masih banyak lagi, sekarang hiburannya ya nonton series. Dan tahun ini pilihannya bener-bener menggoda; dari IT sampai Stranger Things.
IT! Si badut Pennywise yang creepy, yang saya mau bahas disini adalah tentang series IT: Welcome To Derry, jadi ini tuh prekuel dari IT movie chapter 1 sama chapter 2. Disini kita dikasih lihat
Asal-usul Pennywise
Siapa sebenarnya Bob Gray
Kenapa Derry itu kota paling sial
Kenapa juga warganya tetep anteng gitu, walaupun setiap 27 tahun sekali banyak anak kecil yang menghilang.
Atmosfernya gelap, dingin, dan bikin kita merasa kayak ada yang ngeliatin, kita bukannya takut tapi lebih ke penasaran. Karena setiap episode kayak ngajak kita ngulik puzzle sejarah Derry, trauma kotanya dan betapa twisted-nya asal muasal Pennywise.
Dan kalau kamu tipe yang kalo nonton sambil ngomong sendiri
‘Heyy, jangan sok-sok an sendiri’
‘Kan, apa aku bilang, dia nyamar’
‘Ngeyel sii ngeyel, mati kan’
‘Jangan kesitu tolong!’
…. Ya inilah series nya.
IT: Welcome To Derry bukan cuma horor yang tugasnya nakutin. Dia ngajak kita mikir, menghubungkan lore, dan memahami gimana sii Bob Gray bisa jadi villain paling iconic di dunia horor.
Wajib nonton? Iya dong….
Lalu ada Stranger Things, series yang nggak pernah basi. Bikin nostalgia banget.
Musik 80-an
Monster dari Upside Down yang makin lama makin absurd
Mode & gaya hidup: pakaian, rambut dan tren fesyen 80 an. Mulai dari jaket denim hingga warna cerah.
Teknologi & mainan: penggunaan Walkie-talkie, komik dan tempat game.
Anak-anak Hawkins yang main Dungeons & Dragons
Semuanya bikin kita kembali jatuh cinta. Dan karena ini series terakhir bikin rasanya lebih beda, kedepannya kita nggak bisa lagi lihat mereka, vibesnya, kota nya juga. Huhuhu sedih yaa…
Yang lebih lucu lagi adalah, saya nontonnya waktu masih sekolah, masih rebahan santai sambil mikir ngerjain tugas dan sekarang udah di kehidupan dewasa dan udah tahu rasanya pahit. Kalau tahu bakal kayak gini, mending punya temen kayak Eleven bisa ikut ngadepin monster di Upside Down. Hidup penuh dengan adventure, seru kali yaa. Mungkin paling ngenes mati ditangan Vecna atau nggak di makan Demodog.
Akhirnya tahun ini kita semua jadi ahli survival lewat series
Kalau dipikir-pikir, nonton series tahun ini tuh bener-bener jadi pengalaman roller coaster. Kita diajak:
Berkelana di kota Derry dan Hawkins
Masuk ke dunia Upside Down
Lari dari badut jahat
Bikin strategi buat ngalahin monster
Dan walaupun hidup lagi chaos, nonton series justru jadi kesempatan kita kabur sejenak. Tempat kita lupa sebentar kalau hidup itu berat, dan dunia nyata nggak selalu seru. Series itu hiburan tapi juga pelarian paling aman. Nggak perlu uang bensin, nggak perlu jawab ‘kapan kerja?’ ke tetangga. Cukup nyalain wifi, rebahan dan escape ke dunia lain.


❤❤❤
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus