Memprioritaskan Diri Sendiri
Memang seharusnya, dalam setiap keputusan yang kamu buat untuk hidup kamu sendiri, kecil atau besar _ kamu prioritaskan diri kamu dulu. Bukan karena kamu egois, tapi karena ini hidup kamu. Dan sumpah ya, sering kali momen ketika kita mulai mendahulukan orang lain di atas diri sendiri, di situ juga rencana hidup kita pelan-pelan ancur.
Banyak orang tumbuh dengan kepercayaan bahwa menjadi manusia yang baik adalah yang selalu mengalah, selalu nurut, selalu mikirin perasaan orang lain. Sampai lupa satu hal penting, kita juga manusia yang punya batas, mimpi dan kebutuhan. Kita diajarin untuk nggak enakan, tapi jarang diajarin untuk jujur sama diri sendiri.
Awalnya kelihatan sepele. Nunda mimpi karena mikirin orang lain, ngambil keputusan bukan karena mau, tapi karena takut ngecewain orang lain, dan mengubah arah hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Sekali dua kali masih terasa baik, tapi kalo dilakukan secara berulang-ulang, kamu akan mulai kehilangan arah. Rencana yang dulu kamu susun dengan penuh harapan jadi berantakan. Energi habis, hati jadi capek, dan yang paling nyesek kamu sadar kamu nggak lagi hidup sebagai diri kamu sendiri.
Ironisnya, saat kamu berkorban terlalu banyak, orang lain belum tentu menghargainya. Mereka terbiasa. Menganggap itu kewajiban. Dan ketika suatu hari kamu capek, lalu berhenti memberi, kamu malah dibilang berubah. Padahal yang berubah cuma satu: kamu akhirnya sadar kalo hidupmu nggak boleh terus dikorbankan.
Memprioritaskan diri sendiri bukan berarti kamu jahat, itu artinya kamu bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Kamu paham apa yang kamu butuhkan, apa yang kamu sanggupi dan apa yang harus kamu tolak. Kamu belajar bilang “tidak” tanpa merasa bersalah. Kamu berhenti menjelaskan diri ke semua orang. Karena pada akhirnya, yang akan menjalani konsekuensi dari setiap keputusan itu ya kamu, bukan mereka.
Ada keputusan yang kelihatannya kecil _ memilih diam atau bicara, bertahan atau pergi., menunda atau melangkah _ tapi dampaknya besar banget ke hidup kamu. Kalo satu keputusan kecil itu kamu ambil dengan dasar menyenangkan orang lain, jangan heran kalo suatu hari kamu bangun dan merasa asing sama hidup sendiri.
Hidup bukan jadi versi yang selalu bisa diterima semua orang. Hidup tentang jadi versi yang masih bisa kamu hargai saat sendirian. Versi yang nggak resentful. Nggak pahit. Nggak merasa hidupnya dicuri keadaan dan perasaan orang lain.
Jadi iya, dalam setiap keputusan tentang hidupmu, kamu harus jadi prioritas utama. Karena kalau bukan kamu yang jaga diri kamu sendiri, nggak ada yang akan melakukannya dengan sepenuh itu. Dan percaya deh, saat kamu mulai memilih diri kamu—dengan sadar dan berani—rencana hidupmu pelan-pelan akan kembali ke jalurnya.

Komentar
Posting Komentar