Emotional Labor, Capek yang Nggak Kelihatan tapi Nyata
Pernah merasa capek padahal seharian “nggak ngapa-ngapain?” bukan kerja fisik, bukan lembur, tapi rasanya kepala penuh, hati berat, dan pengen diem.
Bisa jadi kamu sedang kelelahan karena emotional labor.
Apa itu Emotional Labor?
Emotional Labor adalah kondisi ketika seseorang harus mengatur emosi demi kenyamanan orang lain. Tersenyum saat sebenarnya lelah. Bersikap ramah padahal hati sedang kacau.
Menjadi “orang kuat” karena semua orang mengandalkanmu.
Capeknya bukan di badan tapi di dalam. Dan sayangnya, capek ini sering tidak diakui.
Kenapa Emotional Labor Sering Dianggap Sepele?
Karena dari luar kamu terlihat baik-baik saja.
Kamu:
Masih bisa bercanda,
Masih balas chat,
Masih datang tepat waktu,
Masih kelihatan “kuat”.
Padahal di dalam kamu sedang:
Menahan emosi,
Menyaring kata,
Memikirkan perasaan orang lain.
Ironisnya semakin kamu pandai mengelola emosi, semakin orang mengira kamu tidak butuh istirahat dan perhatian.
Emotional Labor Itu Bukan Cuma di Dunia kerja
Banyak yang mengira emotional labor hanya terjadi di pekerjaan pelayanan. Padahal paling sering terjadi di hubungan personal.
Contohnya:
Jadi penenang di keluarga,
Jadi pendengar di pertemanan,
Jadi yang “ngalah” di hubungan,
Jadi orang yang selalu mengerti.
Kamu bukan tidak punya masalah. Kamu hanya memilih menyimpannya sendiri.
Mirip Sugar Coating, Tapi Lebih Sunyi
Kalau sugar coating itu membungkus kenyataan pahit agar diterima orang lain, emotional labor adalah menahan rasa pahit itu sendirian.
Kamu tidak memanipulasi orang. Kamu hanya terlalu sering berkata: “Aku nanti aja”. Dan lama-lama kamu lupa kapan terakhir kali jujur pada diri sendiri.
Tanda Kamu Kelelahan Karena Emotional Labor
Merasa bersalah saat ingin menolak
Capek setelah bersosialisasi, bukan karena ramai tapi karena harus “menjaga”
Lebih mudah lelah secara emosional daripada fisik
Merasa tidak enak kalau jujur soal perasaan
Kalau ini terasa familiar, kamu tidak lemah. Kamu hanya terlalu lama menahan.
Kita Tidak Selalu Harus Menjadi Orang yang Paling Mengerti
Tidak semua hal harus dipahami.
Tidak semua suasana harus kamu jaga.
Tidak semua orang harus kamu tenangkan.
Kadang bentuk paling jujur dari kedewasaan adalah berkata:
“Aku capek.” Dan itu nggak egois
Emotional labor mengajarkan satu hal pahit, bahwa menjadi baik dan pengertian bisa sangat melelahkan. Jadi kalau hari ini kamu merasa kosong tanpa sebab yang jelas, bukan karena hidupmu kurang bersyukur. Mungkin kamu hanya terlalu sering kuat sendirian.

Komentar
Posting Komentar