Nerdy, Obsesi, dan Hal-Hal Kecil yang Membuat Kita Hidup




Ada satu fase dalam hidup dimana kita ngerasa harus kelihatan keren. Harus terlihat “cool”, santai, tenang, nggak terlalu peduli dan semuanya serba effortless. Seakan-akan semakin kita keren, semakin orang akan menganggap kita menarik. Padahal menjadi diri sendiri sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan kalau kita menarik.

Semakin dewasa, semakin aku sadar kalau keren bukan satu-satunya cara untuk bisa terlihat menarik. Justru orang yang menarik adalah mereka yang nerdy, obsesif dan excited sama hal-hal yang mereka suka. Entah itu musik, film, anime, dance, olahraga, masak, design. Orang-orang yang punya spark di matanya ketika ngomongin sesuatu yang mereka suka, itu jauh lebih memikat dan menarik daripada seseorang yang pura-pura cuek tapi kosong.

Dan aku yakin, kamu juga pernah ngalamin suka sama sesuatu tapi kamu nggak mau untuk terlalu excited, karena kamu takut dibilang “lebay”, takut dibilang “kok gitu banget sii’, atau “ihh norak banget”. Padahal disitulah letak keunikan kita.

Sama, aku juga ada masa dimana aku benar-benar tertutup dengan sesuatu yang aku suka. Aku menahan diri. Suka sesuatu tapi pura-pura tidak peduli. Tapi lama-lama aku sadar; orang yang paling jauh melangkah dalam hidup justru adalah orang-orang punya antusiasme.

Antusiasme itu energi. Dan energi itu nular. Ketika kamu passionate tentang sesuatu, orang bisa ngerasain. Mau kamu bahas KPop 30 menit full, mau kamu bahas tentang peralatan masak, atau ngeracunin orang untuk suka film favoritmu mereka nggak akan bosan karena itu semua menunjukan bahwa kamu hidup dengan penuh rasa.

Dulu waktu 2016-an aku lagi suka-sukanya sama K-Pop. Bukan sekedar suka, tapi sampai di level hafal birthday semua member, tahu sejarah grup mulai dari masa awal debut, dan masa paling pahit dalam karir mereka. Punya koleksi fancam, dance practice, dan video editan idol yang tersimpan rapi di galeri HP. Tapi anehnya…. Aku nggak pernah mau nunjukin ke orang-orang sekitar.

Ya seperti yang aku bilang tadi, aku takut dibilang alay, takut dibilang kebanyakan halu, takut dibilang “ya allah, kok sampai segitunya suka K-Pop”.

Tapi setelah semua itu, aku belajar kalau kita nggak diciptakan untuk jadi biasa-biasa saja, diam-diam saja, tenang-tenang saja hanya supaya diterima dan dibilang menarik.

Karena gini:

Passionate people are alive. Mereka bukan cuman hidup, tapi hidup dengan rasa.

Menjadi diri sendiri yang “kelihatan terlalu excited” itu justru pintu menuju circle yang tepat. Circle yang nggak nge-judge, circle yang ikut ketawa dan excited bareng, circle yang bilang,”ya ampun, aku juga suka itu!”.

Dan lucunya setiap kali aku sudah berani nunjukin sesuatu yang aku suka, selalu ada orang yang tiba-tiba bilang, “eh aku kira Cuma aku yang begitu, ternyata sama ya.” Saat itu aku sadar: kita sering menutupi hal-hal yang seharusnya justru menghubungkan kita dengan orang lain.

Jadi kalau hari ini kamu lagi suka banget sama sesuatu_ entah itu K-Pop, buku fantasi, yoga, coding, masak, atau nonton seri crime selama 5 jam nonstop, nikmatin aja. Ceritakan kalau kamu suka. Tunjukkan spark. Nggak apa-apa.

Dan kalau boleh jujur, aku lebih memilih untuk dikelilingi orang yang excited sama hal-hal yang mereka suka. 

Stop trying to be cool, be nerdy, an obsessive about the things you love, enthusiasm will get you farther than indifference.


Kan sampe iku audisi🤣




Komentar

Postingan Populer