Kontra RKUHP: Kenapa Banyak yang Marah



Kontra RKUHP: Kenapa Banyak yang Marah


Pagi tadi, ketua DPR RI beserta anggotanya mengadakan rapat untuk pengesahan RKUHP menjadi Undang-Undang yang sah. Tapi, justru yang terasa adalah ketakutan dan kemarahan. Hal itu karena banyak pasal yang tidak melindungi/berpihak pada Rakyat tapi melindungi kekuasaan. Kritik utamanya jelas:


  1. Kritik Bisa jadi Kejahatan


Pasal tentang penghinaan presiden dan anggota lembaga negara, membuat rakyat bertanya-tanya apakah ini negara demokrasi, tapi kenapa “anti kritik”. Jadi polisi lebih mudah untuk menangkap seseorang yang melakukan kritik di media sosial.


  1. Negara Masuk Sampai ke Kamar Orang


Negara seolah-olah ingin menjadi polisi moral, tanpa memikirkan privasi dari rakyatnya. Apa urusan negara dengan siapa kita tinggal dan mau tinggal dengan siapa. 

 

  1. Demonstrasi Diikat Ketat


Opini publik ditutup rapat-rapat, tidak ada yang boleh bersuara. Kita dipaksa untuk tetap diam ditempat apapun yang terjadi. Pemerintah justru lebih takut dengan suara rakyatnya daripada ketidakadilan.


  1. Pers Dibungkam Halus


Beberapa pasal membuat jurnalis lebih mudah untuk dipidanakan, hanya karena memberitakan “hal yang tidak menyenangkan” terhadap pemerintah. 


  1. Surga Bagi Para Pemilik Kekuasaan


Siapa yang punya kuasa dan siapa yang tidak memiliki kuasa. Kita rakyat kecil, paling rentan. Sementara yang berkuasa lolos lebih mudah.


Pengesahan RKUHP seharusnya jadi langkah maju, tapi yang muncul justru tanda tanya besar: hukum ini untuk siapa? Untuk rakyat atau untuk mereka yang duduk di kursi empuk kekuasaan.


Saat aturan-aturan baru lebih sibuk mengatur kritik, urusan privat, dan kebebasan warga, maka kita patut waspada. Demokrasi tidak mati dengan dentuman besar. Ia mati perlahan, lewat pasal-pasal yang tampak “biasa” tapi mengekang perlahan.


RKUHP mungkin sudah disahkan, tetapi suara rakyat belum selesai. Mengawal, mengkritik, dan menolak pasal yang tidak adil bukanlah kejahatan melainkan kewajiban sebagai warga negara. Karena kalau rakyat hanya diam, kekuasaan merasa bebas untuk melakukan apa saja.


Untuk kita semua, siap-siap mulai berbenah, mencari banyak teman, ikut organisasi _ semangat untuk kita semua yang sudah berjuang dari kemarin, ketahuilah semua yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia.



Janah





 


Komentar

Postingan Populer