Kenapa Gen Z Nggak Mau Nikah? Realistis Atau Sekedar Alasan
Di banyak percakapan keluarga atau grup whatsapp, pertanyaan
"kapan nikah?, udah waktunya lohh.."
"lihat tuhh temen-temenmu udah pada nikah, kamu kapan".
Kalimat-kalimat seperti itu memang sederhana, tapi bagi Gen Z pertanyaan seperti itu bisa terasa menekan, melelahkan dan terkadang membuat mereka mempertanyakan pilihan mereka sendiri.
Generasi sebelumnya mungkin menganggap kalo Gen Z tidak memiliki komitmen, tapi sejujurnya alasannya lebih dalam dari pada itu. Keputusan untuk menikah ataupun tidak menikah bukan semata-mata karena tidak komitmen, atau egois. Tapi, karena kebanyakan gen z memilih untuk realistis.
Gen Z hidup di era informasi, dimana setiap cerita bisa langsung diterima dan diteruskan. Mereka melihat dunia apa adanya, bukan hanya dongeng sederhana tentang indahnya cinta. Mereka banyak menyaksikan berita perceraian meningkat, perselingkuhan, KDRT ada dimana-mana, masalah ekonomi yang berat, dan perubahan nilai hidup yang besar.
Lalu, kenapa sebenarnya Gen Z memilih tidak menikah??
Karena mereka belajar banyak dari luka generasi sebelumnya dan itu menumbuhkan satu kesadaran:
Cinta saja tidak cukup.
Ada yang diam-diam berfikir
"Aku nggak mau nikah dulu sebelum aku siap".
Ada yang bilang dalam hati
"Nggak mungkin nikah sekarang, belum punya apa-apa".
Dan banyak yang sadar hidup itu bukan lomba. Nggak semua orang punya start yang sama, ada yang mungkin masih menata finansial, ada yang masih ingin merawat orang tua, ada yang masih fokus untuk membangun karir dan diri sendiri. Di tengah persaingan kerja, biaya hidup yang naik, penghasilan kerja yang sedikit, dan tekanan sosial yang makin besar. Wajar bagi mereka berfikir seribu kali untuk memiliki pasangan hidup dan menikah.
Gen Z bukan anti nikah, bukan anti cinta juga. Mereka hanya ingin menikah ketika sudah siap baik mental ataupun finansial.
Karena mereka tahu menikah itu bukan hal yang mudah, menyatukan dua orang yang berbeda pendapat, atau pikiran itu sulit. Menikah itu perjalanan panjang, sekali seumur hidup. Dan mereka tidak mau melakukan itu hanya karena ingin membuktikan kepada tetangga untuk memenuhi kalimat "yang penting sah dulu".
Bagi Gen Z lebih baik berjalan pelan, tapi yakin. Lebih baik menghabiskan waktu masa muda dengan sesuka hati kita, dari pada menikah tapi ujung-ujungnya mencari kebahagiaan di luar pernikahan dan yang terpenting lebih baik menunggu orang yang tepat daripada harus hidup selamanya dengan orang yang salah.

Komentar
Posting Komentar