Langsung ke konten utama

Bisa Nggak, Perempuan Punya Waktunya sendiri?




Bisa Nggak, Perempuan Punya Waktunya sendiri?


Ada satu pola yang semakin lama semakin nyebelin. Perempuan nggak bisa lepas dari dunia yang selalu menarik laki-laki ke dalamnya. Ketika perempuan lagi bersinar, lagi punya panggung, lagi mau nunjukin kerja kerasnya…. Tiba-tiba dunia sibuk mengalihkan fokus untuk laki-laki. Bisa nggak perempuan punya waktu dan ruangnya sendiri tanpa laki-laki? Dunia kayaknya selalu panik ketika perempuan bisa melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan laki-laki. 


Ini itu bukan sekedar kebiasaan, ini lebih seperti bentuk patriaki modern _ lebih halus, lebih licin dan jauh lebih manipulatif dibanding patriarki jadul yang terang-terangan. Patriarki modern ini tidak melarang perempuan, ia justru mengalihkan fokus.


Perempuan zaman dulu dilarang bersekolah, dilarang bekerja, dilarang ngomong politik, dilarang menentukan hidup mereka sendiri.

Sekarang? Dilarangnya nggak secara langsung, tapi pakai pengalihan narasi.


Caranya gini:

Perempuan mau berkarya, yang disorot: siapa yang pernah dekat dengannya.

Perempuan mau tampil: siapa yang dulu pernah lewat, 

Perempuan mendapat perhatian karena kerja kerasnya: berita selalu ditarik-tarik pada laki-laki yang pernah ada dihidupnya.

Saat perempuan bangun ruang sendiri _ dianggap memecah belah


Lucunya, dunia jarang melakukan hal yang sama kepada laki-laki. Laki-laki sukses? Ya udah, dia sukses. End of the story. Tapi perempuan sukses? Oh tidak. Pasti ada “cerita tambahan”. Ada laki-laki di baliknya. 

Inilah patriaki versi 2025: bukan lagi melarang perempuan tampil, tapi memastikan spotlight-nya nggak pernah 100% miliknya. Caranya gampang? Geser fokusnya. Belokan obrolannya. Tambahin narasi baru soal laki-laki. Dan masyarakat juga ikut-ikutan seolah itu hal yang normal di dunia.


Padahal yang normal, ketika perempuan punya prestasi tidak perlu dikaitkan dengan siapa pun.

Bahwa perempuan boleh bersinar tanpa bayang-bayang laki-laki yang sebenarnya sudah lewat di hidupnya. Dan bahwa perempuan layak dihargai atas kerja kerasnya tanpa “embel-embel” yang nggak penting.


Yang bikin geregetan adalah, ketika kita mencoba meluruskan orang akan berkomentar “kan cuman nyebut nama doang.” “kan nggak ada maksud gitu.” “Cuma nambahin konteks.”

Tapi justru dari hal-hal yang kayak gitu, pola besar terbentuk. Dan pola itu yang akhirnya membuat perempuan terus kehilangan ruangnya, bahkan di pencapaian yang seharusnya milik dia sepenuhnya.  


Kalau mau dirubah yaa kita ubah pola omongan masyarakat, mulai dengan cara kita mengarahkan fokus, dari cara kita menghargai prestasi perempuan tanpa harus menjejalkan nama laki-laki ke dalam narasi yang nggak ada relevansinya. 


Karena jujur aja, perempuan bukan subplot, di cerita orang lain. Mereka adalah main character di hidup mereka.

Perempuan bukan catatan kaki dari kisah laki-laki.

Dan perempuan nggak perlu dibayang-bayangi siapapun untuk bersinar.


Kadang momen perempuan Cuma butuh satu hal:

Diakui sebagai miliknya sendiri, tanpa tambahan nama yang sebenarnya nggak penting.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Little Hello; and This is Just the Beginning

Halo! Saya Jana, dan ini tulisan pertama saya di blog ini ๐ŸŒธ Blog ini saya buat sebagai ruang santai untuk tempat cerita kecil tentang keseharian, hal-hal yang saya pelajari, dan mungkin sedikit curhat ringan. Saya percaya setiap hal kecil punya cerita dan pelajarannya sendiri ๐Ÿ’ซ Semoga lewat blog ini saya bisa berbagi hal-hal bermanfaat dan juga semangat buat siapa pun yang lagi berjuang dari balik layar _ entah itu di meja kerja, di toko kecil, di rumah, atau di depan layar laptop. Terima kasih udah mampir ke sini! dan jangan sungkan buat baca postingan lain nanti, ya๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ Sampai jumpa di tulisan berikutnya Jana๐Ÿ’“

Rekomendasi Lagu dengan Vibe Menyenangkan yang Bikin Mood Naik

Ada lagu yang tidak perlu dipahami terlalu dalam. Tidak butuh lirik berat atau makna filosofis. Cukup didengar, lalu entah kenapa bahu ikut goyang, kepala mengangguk pelan, dan hati terasa sedikit lebih ringan. Lagu-lagu dengan vibe menyenangkan seperti ini biasanya datang di waktu yang tepat: saat lagi capek, lagi kosong, atau cuma ingin menikmati hari tanpa mikir terlalu jauh. Ini bukan daftar lagu yang harus mengubah hidupmu. Ini daftar lagu yang menemani hidup sehari-hari. Berikut rekomendasi lagu dengan nuansa ceria, hangat, dan bikin mood naik—mulai dari K-pop sampai lagu barat.  Lagu K-Pop dengan Vibe Ceria Treasure – Yellow Lagu ini punya nuansa hangat dan optimis. Tidak terlalu berisik, tapi cukup untuk bikin hati terasa lebih ringan. Cocok didengar saat pagi hari atau perjalanan santai. Treasure – Now Forever Vibenya youthful dan penuh harapan. Lagu ini seperti pengingat kecil bahwa ada momen-momen sederhana yang layak dinikmati. BLACKPINK – As If It’s Your Last Energinya...

Ada Sesuatu yang Indah dari Kesempatan untuk Mencoba Lagi Besok

Ada Sesuatu yang Indah dari Kesempatan untuk Mencoba Lagi Besok Kadang hidup memang berat, melelahkan, atau hari-hari ketika usaha sudah maksimal, tapi hasilnya tetap nggak sesuai harapan. Ada momen ketika kita selesai dengan aktivitas dihari itu, kita cuman bisa bilang “ya udah gitu aja, mau gimana lagi.” Hidup flat, nggak ada gairah, nggak ada semangat buat memulai kembali dan menata hidup. Banyak pasti yang pernah merasakan itu, tapi kalau mengingat bahwa besok harus tetap hidup dan mencoba kembali tanpa rasa takut. Kesempatan pasti akan datang. Dan itu indah banget. Bukan indah kerena kita mau mengulang kesalahan lagi, bukan indah karena kita suka capek, tapi karena besok kita memiliki ruang baru _ ruang yang tidak kita miliki dihari ini.  Besok memiliki energinya sendiri… Hari ini mungkin kita kacau, mood kita berantakan dan penuh sesuatu yang nggak sesuai dengan rencana. Tapi besok? Besok datang dengan lembaran yang kosong.  Kita isi dengan kesempatan baru, pandangan bar...